Lewati ke konten

Pelafalan

Latihan Pengucapan Bahasa Inggris untuk Penutur Indonesia: 30 Soal dengan Pembahasan

Jawaban singkatnya: mulailah dari bunyi yang memang tidak ada dalam bahasa Indonesia — th (/θ/ dan /ð/), v yang bergetar, dan konsonan di akhir kata. Tiga kelompok ini menciptakan sebagian besar kesalahannya: three terdengar seperti tree, very seperti ferry, dan cab seperti cap. Setelah itu rapikan tekanan kata (PHO-to-graph vs pho-TO-gra-phy) dan akhiran -ed/-s. Uji dirimu dengan 30 soal di bawah ini, semuanya dengan pembahasan instan.

Ditulis oleh Raheel AshrafPerkiraan waktu baca: 17 menit

Latihan gratis: 30+ Latihan Grammar Bahasa Inggris Gratis + Kunci Jawaban

Latihan pelafalan paling efektif dimulai dari perbandingan bunyi (minimal pair): dua kata yang hanya berbeda satu bunyi, seperti three dan tree, atau ship dan sheep. Kalau telinga bisa membedakan pasangan ini, mulut akan mengikuti lebih cepat. Soal-soal di bawah memakai simbol IPA (alfabet fonetik) agar bunyinya jelas, bukan sekadar ejaan.

Bagi penutur Indonesia, ada empat sumber kesalahan utama. Pertama, bunyi th (/θ/ dan /ð/) tidak ada dalam bahasa Indonesia, jadi three terdengar seperti tree dan this seperti dis. Kedua, banyak penutur menyatukan v dan f, sehingga very terdengar seperti ferry. Ketiga, konsonan bersuara di akhir kata sering kehilangan getarannya, sehingga cab terdengar seperti cap. Keempat, tekanan kata (stress) dalam bahasa Indonesia cenderung ke suku kedua dari belakang, sementara bahasa Inggris berpindah-pindah. Kuis 30 soal berikut tersusun dari pemanasan, inti, hingga tantangan.

Kuis Pengucapan Bahasa Inggris: 30 Soal dengan Pembahasan Instan

1 / 10

Pemanasan · bunyi dasar

Kata “three” dimulai dengan bunyi apa?

Semua soal, jawaban, dan penjelasanBuka setelah latihan untuk memeriksa.
  1. 1. Kata “three” dimulai dengan bunyi apa?

    • /t/ seperti di tree
    • /θ/ — ujung lidah di antara gigi
    • /f/ seperti di free
    • /s/ seperti di see

    Jawaban benar: /θ/ — ujung lidah di antara gigi · Bunyi /θ/ dibuat dengan meletakkan ujung lidah di antara gigi lalu meniupkan udara, tanpa getaran pita suara. Kalau diucapkan /t/, kata three terdengar seperti tree. Bahasa Indonesia tidak punya bunyi ini, jadi posisi lidahnya perlu dilatih sengaja — mulailah dengan meniupkan “sss” sambil ujung lidah tetap di antara gigi.

  2. 2. Kata “this” diawali bunyi apa?

    • /d/ seperti di dis
    • /θ/ tanpa getaran pita suara
    • /ð/ — seperti /θ/ tetapi dengan getaran
    • /z/ seperti di zis

    Jawaban benar: /ð/ — seperti /θ/ tetapi dengan getaran · this diawali /ð/, bunyi th yang bersuara (pita suara bergetar), sedangkan three memakai /θ/ yang tidak bersuara. Keduanya dibuat dengan posisi lidah yang sama; perbedaannya hanya ada pada getaran. Bandingkan three /θriː/ dan this /ðɪs/, lalu that, they, mother yang juga memakai /ð/.

  3. 3. Anda ingin mengatakan “very” (sangat), tetapi teman Anda mendengar “ferry” (kapal feri). Bunyi awal yang benar adalah…

    • /f/ tanpa getaran
    • /v/ — seperti /f/ tetapi pita suara bergetar
    • /w/ dengan bibir membulat
    • /b/ dengan bibir menutup penuh

    Jawaban benar: /v/ — seperti /f/ tetapi pita suara bergetar · very /ˈveri/ diawali /v/ yang bersuara; ferry /ˈferi/ diawali /f/ yang tidak bersuara. Cara cek paling mudah: letakkan jari di tenggorokan — pada /v/ ada getaran, pada /f/ tidak. Banyak penutur Indonesia menyatukan keduanya — dalam kata serapan pun huruf f dan v sering saling menggantikan (vitamin kerap dilafalkan fitamin).

  4. 4. Kata “shop” diawali bunyi apa?

    • /s/ seperti di soap
    • /ʃ/ — seperti “sy” di “syarat”
    • /tʃ/ seperti di chop
    • /z/ seperti di zoo

    Jawaban benar: /ʃ/ — seperti “sy” di “syarat” · shop diawali /ʃ/, bunyi yang dekat dengan “sy” dalam “syarat” yang dilafalkan baku. Bedakan dengan soap /soʊp/ yang memakai /s/ polos dan chop /tʃɑːp/ yang diawali afrikat /tʃ/. Kata seperti ship–sip dan sheep–seep hampir pasti tertukar kalau /ʃ/ belum stabil.

  5. 5. Pasangan bunyi mana yang benar untuk chair dan share?

    • chair = /tʃeər/, share = /ʃeər/
    • chair = /ʃeər/, share = /tʃeər/
    • chair = /tʃeər/, share = /tʃeər/

    Jawaban benar: chair = /tʃeər/, share = /ʃeər/ · chair diawali afrikat /tʃ/ (berhenti dulu seperti /t/, lalu lepas seperti /ʃ/), sedangkan share hanya /ʃ/. Ucapkan berpasangan: chair–share, cheap–sheep, cheer–sheer. Kalau keduanya terdengar sama, perlambat dan tahan bunyi /t/ kecil di awal chair.

  6. 6. Vokal pada kata “cat” adalah…

    • /æ/ — mulut terbuka lebar
    • /e/ seperti di “bed”
    • /ɑː/ seperti di “father”
    • /ʌ/ seperti di “cup”

    Jawaban benar: /æ/ — mulut terbuka lebar · cat /kæt/ memakai /æ/, vokal yang lebih terbuka dari /e/ pada bed. Pasangan latihannya: bad–bed, man–men, bat–bet. Dalam bahasa Indonesia kedua bunyi ini sama-sama terdengar seperti “e”, sehingga bad dalam “I have a bad cold” bisa terdengar seperti bed.

  7. 7. sheep (domba) dan ship (kapal) dibedakan oleh vokal mana?

    • sheep = /iː/ panjang, ship = /ɪ/ pendek
    • sheep = /ɪ/, ship = /iː/
    • Keduanya sama-sama /iː/

    Jawaban benar: sheep = /iː/ panjang, ship = /ɪ/ pendek · sheep /ʃiːp/ memakai /iː/ yang panjang dengan bibir direntang, ship /ʃɪp/ memakai /ɪ/ yang pendek dan lebih longgar. Pasangan serupa: seat–sit, feel–fill, feet–fit. Panjang-pendek vokal dalam bahasa Indonesia tidak mengubah makna kata, jadi perbedaan ini perlu dilatih secara sadar.

  8. 8. Suku kata mana yang diberi tekanan pada kata “banana”?

    • Suku pertama: BA-na-na
    • Suku kedua: ba-NA-na
    • Suku ketiga: ba-na-NA

    Jawaban benar: Suku kedua: ba-NA-na · banana /bəˈnɑːnə/ diberi tekanan pada suku kedua, sementara pola Indonesia sering menekan suku kedua dari belakang (ba-NA-na kebetulan cocok di sini!). Masalah muncul pada kata seperti photography dan comfortable, di mana tekanannya tidak mengikuti pola Indonesia. Vokal tanpa tekanan juga melemah menjadi /ə/ — itulah sebabnya vokal suku pertama dan ketiga banana sama-sama /ə/.

  9. 9. Kata “cab” (taksi) diakhiri /b/ yang masih bergetar. Kalau diucapkan dengan bunyi akhir yang mati seperti “kap”, kata yang terdengar adalah…

    • cab, tetap benar
    • cap — topi
    • cabbie — sopir taksi

    Jawaban benar: cap — topi · Dalam bahasa Indonesia, konsonan akhir kata cenderung tidak dibunyikan dengan getaran penuh, sehingga cab /kæb/ meluncur menjadi cap /kæp/ — dua kata berbeda. Latih pasangan: cab–cap, bag–back, rib–rip. Tekniknya: tahan getaran di tenggorokan sampai akhir kata, jangan berhenti lebih dulu.

  10. 10. Bagaimana bunyi lengkap kata “asked”?

    • /æskt/ — dua bunyi akhir tetap ada
    • /æsk/ seperti kata ask
    • /æskəd/ dengan vokal ekstra

    Jawaban benar: /æskt/ — dua bunyi akhir tetap ada · asked dibaca /æskt/: setelah /k/ yang tidak bersuara, akhiran -ed dibunyikan /t/, bukan /ɪd/. Rangkaian /skt/ memang berat, tetapi menghilangkannya (asked → ask) membuat bentuk lampau tidak terdengar. Latih pelan-pelan: “ask-t”, tanpa menambah vokal di tengah seperti bahasa Indonesia (“a-s-ked”).

  11. 11. Bagaimana bunyi akhiran -s pada kata “dogs”?

    • /s/ seperti di cats
    • /z/ karena /g/ adalah bunyi bersuara
    • /ɪz/ dengan vokal ekstra

    Jawaban benar: /z/ karena /g/ adalah bunyi bersuara · Akhiran jamak -s dibaca /z/ setelah bunyi bersuara (dogs /dɒɡz/, girls /ɡɜːlz/) dan /s/ setelah bunyi tak bersuara (cats /kæts/, books /bʊks/). Bahasa Indonesia tidak punya akhiran jamak -s, jadi perbedaan ini tidak otomatis. Ucapkan dogs dengan menahan getaran dari /g/ sampai /z/.

  12. 12. Bagaimana bunyi akhiran -es pada kata “buses”?

    • /s/ biasa
    • /z/ biasa
    • /ɪz/ — vokal ekstra sebelum /z/

    Jawaban benar: /ɪz/ — vokal ekstra sebelum /z/ · Setelah bunyi desis (s, z, ʃ, tʃ, dʒ), akhiran jamak dibunyikan /ɪz/ sehingga muncul suku kata ekstra: buses /ˈbʌsɪz/, watches /ˈwɒtʃɪz/, houses /ˈhaʊzɪz/. Tanpa vokal ekstra ini, “buses” akan terdengar seperti satu suku kata dan sulit dipahami.

  13. 13. Bagaimana bunyi akhiran -ed pada kata “played”?

    • /ɪd/ seperti di wanted
    • /t/ seperti di walked
    • /d/ karena /eɪ/ adalah bunyi bersuara

    Jawaban benar: /d/ karena /eɪ/ adalah bunyi bersuara · Akhiran -ed punya tiga bunyi: /ɪd/ setelah /t/ dan /d/ (wanted, needed), /t/ setelah bunyi tak bersuara (walked, asked), dan /d/ setelah bunyi bersuara (played, cleaned). played /pleɪd/ hanya satu suku kata — menambahkan “ed” penuh (play-ed) membuat bunyinya seperti bahasa Indonesia, bukan Inggris.

  14. 14. Huruf apa yang TIDAK dibunyikan pada kata “island”?

    • s
    • l
    • d
    • i

    Jawaban benar: s · island dibaca /ˈaɪlənd/ — huruf s diam karena memang tidak pernah dilafalkan; huruf itu masuk ejaan karena dikira satu keluarga dengan isle. Kesalahan umum adalah mengucapkannya “is-land” seperti ejaannya. Bandingkan dengan land /lænd/ yang justru semua hurufnya dibunyikan.

  15. 15. Bagaimana kata “Wednesday” dibaca?

    • /ˈwednezdeɪ/ — semua huruf dibunyikan
    • /ˈwenzdeɪ/ — huruf d pertama diam
    • /ˈwednesday/ sesuai ejaan

    Jawaban benar: /ˈwenzdeɪ/ — huruf d pertama diam · Wednesday dibaca /ˈwenzdeɪ/: huruf d pertama dan huruf e kedua tidak muncul dalam bunyi. Ini salah satu ejaan paling menyesatkan bagi pemula karena kata bahasa Indonesia dibaca persis sesuai ejaannya. Hafalkan bunyinya sebagai satu kata, bukan ejaan huruf per huruf.

  16. 16. Huruf apa yang diam pada kata “know”?

    • k
    • n
    • o
    • w

    Jawaban benar: k · know dibaca /noʊ/ — huruf k di awal diam. Pola yang sama berlaku pada knife, knee, knock, knot. Pada acknowledge /əkˈnɒlɪdʒ/, bunyi /k/ yang terdengar berasal dari ejaan ack-, sedangkan k pada -know- tetap diam. Kalimat “I know the knife is on the knee” adalah latihan bagus untuk pola ini.

  17. 17. Ejaan -sion pada kata “decision” dibunyikan sebagai…

    • /ʃ/ seperti di station
    • /ʒ/ — seperti /ʃ/ tetapi bersuara
    • /s/ seperti di lesson

    Jawaban benar: /ʒ/ — seperti /ʃ/ tetapi bersuara · Dalam decision /dɪˈsɪʒn/, ejaan -s- dibunyikan /ʒ/, bunyi desis bersuara yang tidak ada dalam bahasa Indonesia. Ejaan -sion di sini dibunyikan /ʒ/ (decision, vision, television), sedangkan ejaan -tion pada station dan nation dibunyikan /ʃ/. Perbedaannya: /ʒ/ bergetar, /ʃ/ tidak.

  18. 18. Kata “yes” diawali bunyi apa?

    • /dʒ/ seperti di jet
    • /j/ seperti huruf y di “yakin”
    • /ʒ/ seperti di vision

    Jawaban benar: /j/ seperti huruf y di “yakin” · yes /jes/ diawali bunyi setengah vokal /j/, mirip huruf y dalam “yakin”. Jangan tukar dengan jet /dʒet/ yang diawali afrikat /dʒ/. Pasangan latihannya: yet–jet, yolk–joke, yacht /jɒt/–jot /dʒɒt/.

  19. 19. Kata “vet” (dokter hewan) diawali bunyi apa?

    • /w/ dengan bibir membulat seperti “wis”
    • /v/ dengan gigi atas menyentuh bibir bawah
    • /f/ tanpa getaran

    Jawaban benar: /v/ dengan gigi atas menyentuh bibir bawah · vet /vet/ diawali /v/: gigi atas menyentuh bibir bawah dan pita suara bergetar. Kalau dibunyikan /w/ (bibir membulat tanpa sentuhan gigi), kata vet terdengar seperti wet /wet/ (basah). Pasangan latihannya: vet–wet, vine–wine, verse–worse.

  20. 20. Sebagai kata benda, tekanan kata “record” jatuh di mana?

    • Suku pertama: RE-cord (rekaman)
    • Suku kedua: re-CORD (merekam)
    • Sama saja di mana pun

    Jawaban benar: Suku pertama: RE-cord (rekaman) · Kata dua suku yang berfungsi ganda biasanya menekan suku pertama saat benda (a RE-cord) dan suku kedua saat verba (to re-CORD). Pola yang sama: present, protest, object, permit. Bahasa Indonesia tidak mengubah tekanan untuk mengubah kelas kata, jadi perbedaan ini harus dihafal per pasangan.

  21. 21. Pola tekanan “photograph” adalah PHO-to-graph. Bagaimana tekanan kata “photography”?

    • Suku pertama: PHO-to-gra-phy
    • Suku kedua: pho-TO-gra-phy
    • Suku keempat: pho-to-gra-PHY

    Jawaban benar: Suku kedua: pho-TO-gra-phy · photography /fəˈtɑːɡrəfi/ menekan suku kedua, dan vokal lain melemah menjadi /ə/. Keluarga kata ini berpindah tekanan: PHO-tograph, pho-TO-graphy, photo-GRAPH-ic. Bahasa Indonesia cenderung memakai satu pola untuk semua kata — tekanan di suku kedua dari belakang — sehingga photography sering dibaca pho-to-GRA-phy.

  22. 22. Vokal pada kata “cup” adalah…

    • /ʌ/ — seperti “a” pendek yang longgar
    • /ɑː/ seperti di father
    • /æ/ seperti di cat

    Jawaban benar: /ʌ/ — seperti “a” pendek yang longgar · cup /kʌp/ memakai /ʌ/, vokal tengah yang longgar. Jangan tukar dengan /ɑː/ pada father /ˈfɑːðə/ atau /æ/ pada cap /kæp/. Pasangan latihan: cup–cop–cap. Tiga vokal ini terdengar hampir sama bagi penutur Indonesia, padahal membedakan cup dan cop (polisi) itu penting.

  23. 23. late (terlambat) dan let (membiarkan) dibedakan oleh apa?

    • late = /leɪt/ diftong, let = /let/ vokal tunggal
    • late = /let/, let = /leɪt/
    • Keduanya sama, hanya panjangnya berbeda

    Jawaban benar: late = /leɪt/ diftong, let = /let/ vokal tunggal · late /leɪt/ berisi diftong /eɪ/ yang meluncur dari e ke i, sedangkan let /let/ adalah vokal tunggal yang pendek. Pasangan latihannya: late–let, pain–pen, gate–get. Bahasa Indonesia tidak punya diftong /eɪ/, jadi gerakan yang benar justru terasa berlebihan di awal — itu tanda Anda melakukannya dengan benar.

  24. 24. full (penuh) dan fool (bodoh) dibedakan oleh vokal mana?

    • full = /ʊ/ pendek, fool = /uː/ panjang
    • full = /uː/, fool = /ʊ/
    • Keduanya sama

    Jawaban benar: full = /ʊ/ pendek, fool = /uː/ panjang · full /fʊl/ memakai /ʊ/ pendek, fool /fuːl/ memakai /uː/ panjang. Pasangan serupa: pull–pool, book–boot, look–Luke. Bahasa Indonesia tidak membedakan u panjang dan pendek, dan huruf u selalu dibaca bulat penuh, sehingga book terdengar seperti buk dalam bahasa Indonesia — bukan seperti Inggris /bʊk/.

  25. 25. Vokal pada kata “bowl” (mangkuk) adalah…

    • /ɔː/ seperti di ball
    • /oʊ/ — “o” yang meluncur ke “u”
    • /ɒ/ pendek seperti di hot

    Jawaban benar: /oʊ/ — “o” yang meluncur ke “u” · bowl /boʊl/ memakai diftong /oʊ/, sedangkan ball /bɔːl/ memakai vokal /ɔː/ yang bulat dan panjang. Dua kata ini sering tertukar saat bicara: “a bowl of soup” (mangkuk sup) versus “a ball” (bola). Pasangan latihannya: bowl–ball, coat–caught, low–law.

  26. 26. Bagaimana bunyi lengkap kata “text”?

    • /teks/ — bunyi akhir dilepas
    • /tekst/ — tiga bunyi akhir tetap ada
    • /tekəst/ dengan vokal ekstra

    Jawaban benar: /tekst/ — tiga bunyi akhir tetap ada · text /tekst/ diakhiri gugus tiga bunyi /kst/. Kebiasaan bahasa Indonesia menambah vokal di antara konsonan (te-kes-t) atau melepas bunyi akhir (tek) membuat kata ini sulit dipahami. Latih dengan memecah: teks-t, lalu percepat tanpa menambah vokal. Kata serupa: asked /æskt/, texts /teksts/.

  27. 27. Dalam kalimat “an apple”, bagaimana penyambungan yang natural?

    • /ən ˈæpl/ — dua kata terpisah jelas
    • /əˈnæpl/ — bunyi n melekat ke apple
    • /æn əpl/ dengan jeda di tengah

    Jawaban benar: /əˈnæpl/ — bunyi n melekat ke apple · Dalam bicara mengalir, konsonan akhir satu kata menempel pada vokal awal kata berikutnya: an apple terdengar seperti /əˈnæpl/. Sama seperti turn it on yang menjadi tur-ni-ton. Bahasa Indonesia juga menyambung (makan apa → ma-ka-na-pa), jadi mekanismenya sudah ada — tinggal diterapkan dengan pola Inggris.

  28. 28. Huruf apa yang tidak dibunyikan pada kata “salmon” (ikan salmon)?

    • l
    • s
    • m
    • Tidak ada yang diam

    Jawaban benar: l · salmon dibaca /ˈsæmən/ — huruf l diam. Ejaan Inggris menyimpan sejarah, bukan selalu bunyi sekarang. Kata lain dengan l diam: half /hæf/, calm /kɑːm/, talk /tɔːk/, walk /wɔːk/. Membandingkan walk dan work /wɜːrk/ juga latihan yang bagus untuk vokal.

  29. 29. Bagaimana kata “through” dibaca?

    • /θruː/
    • /θɔːt/
    • /θoʊ/

    Jawaban benar: /θruː/ · Keluarga ejaan -ough bunyinya berbeda-beda: through /θruː/ (melalui), though /ðoʊ/ (meskipun), thought /θɔːt/ (pikiran), tough /tʌf/ (keras). Empat ejaan mirip, empat bunyi berbeda — hafalkan sebagai kata terpisah, jangan coba menebak dari ejaan. Kata through juga bagus untuk melatih /θ/ di awal.

  30. 30. path (jalan setapak) berakhir dengan bunyi apa?

    • /θ/ tanpa getaran seperti di three
    • /s/ seperti di pass
    • /ð/ bersuara seperti di this

    Jawaban benar: /θ/ tanpa getaran seperti di three · path /pæθ/ berakhir dengan /θ/ tak bersuara, sedangkan pass /pæs/ berakhir /s/. Kalau /θ/ akhir dilepas, path dan pass menjadi satu bunyi. Pasangan lain: faith–face, mouth–mouse, math–mass. Bahasa Inggris British memakai /pɑːθ/ dengan vokal panjang, tetapi bunyi akhirnya tetap /θ/.

Jadikan kuis ini tugas untuk kelas Anda

Gratis, dan siswa tidak perlu membuat akun.

Tips untuk guru (dalam bahasa Inggris)

Tiga bunyi yang tidak ada dalam bahasa Indonesia

Sebagian besar kesalahan pelafalan penutur Indonesia berasal dari bunyi yang memang tidak dipakai dalam bahasa sehari-hari. Tiga bunyi berikut, ditambah gugus konsonan akhir, memberi perbaikan paling cepat karena muncul di ratusan kata.

  • th tak bersuara /θ/: three, think, month, birthday — ujung lidah di antara gigi, tanpa getaran. Kesalahan lazim: three → tree, month → mont.
  • th bersuara /ð/: this, that, mother, weather — posisi lidah sama dengan /θ/, tetapi pita suara bergetar. Kesalahan lazim: this → dis, they → dei.
  • v bersuara /v/: very, seven, live, give — gigi atas menyentuh bibir bawah dengan getaran. Kesalahan lazim: very → ferry, live di akhir kata menjadi lif.
  • gugus konsonan akhir: asked /æskt/, texts /teksts/ — jangan menambah vokal di antara bunyi (kebiasaan bahasa Indonesia) dan jangan melepas bunyi akhir.

Latih satu bunyi selama beberapa hari, bukan semuanya sekaligus. Rekam ucapanmu sendiri, bandingkan dengan audio kamus, lalu ulangi pasangan minimal (three–tree, very–ferry) sampai telingamu menangkap bedanya.

Akhiran -ed dan -s: tiga bunyi berbeda

Dalam bahasa Indonesia akhiran selalu dibaca sama. Dalam bahasa Inggris, akhiran -ed dan -s menyesuaikan bunyi di depannya. Aturannya konsisten dan bisa dipelajari sekali untuk ratusan kata.

  • -ed setelah bunyi tak bersuara (p, k, f, s, ʃ, tʃ, θ) → /t/: walked, asked, washed, watched.
  • -ed setelah bunyi bersuara (semua vokal dan konsonan bersuara) → /d/: played, cleaned, loved, surprised.
  • -ed setelah /t/ dan /d/ → /ɪd/ (suku kata ekstra): wanted, needed, decided, ended.
  • -s setelah bunyi tak bersuara → /s/: cats, books, stops.
  • -s setelah bunyi bersuara → /z/: dogs, girls, plays, cars.
  • -s/-es setelah desis (s, z, ʃ, tʃ, dʒ) → /ɪz/: buses, watches, houses, judges.

needed /ˈniːdɪd/ dua suku kata, played /pleɪd/ satu suku kata. Kalau jumlah suku kata benar, bunyi akhiran hampir pasti benar juga.

Tekanan kata: pola Indonesia tidak selalu cocok

Bahasa Indonesia cenderung menekan suku kedua dari belakang, dan tekanan itu jarang mengubah makna. Bahasa Inggris menempatkan tekanan menurut kata (yang harus dihafal), dan tekanan itu mengubah makna serta memengaruhi vokal lain di dalam kata.

  • Kata benda/verba kembar: REcord (n) — reCORD (v), PREsent (n) — preSENT (v), PERmit (n) — perMIT (v).
  • Keluarga kata berpindah tekanan: PHOtograph, phoTOgraphy, photoGRAPHic.
  • Vokal tanpa tekanan melemah menjadi /ə/: banana /bəˈnɑːnə/, about /əˈbaʊt/, comfortable /ˈkʌmftəbl/ — biasanya tiga suku kata, bukan empat.
  • Akhiran -tion, -sion selalu diberi tekanan pada suku sebelumnya: information, decision.

Saat menemukan kata baru, dengarkan pelafalannya di kamus daring dan tandai tekanannya dengan huruf kapital (pho-TO-gra-phy). Menyimpan tekanan bersama kata itu jauh lebih mudah daripada membetulkannya belakangan.

Kenapa kesalahan ini terus muncul

Pertama, ejaan bahasa Indonesia sangat konsisten: satu huruf satu bunyi. Ejaan Inggris menyimpan sejarah sehingga know, island, dan Wednesday tidak terbaca apa adanya. Kebiasaan membaca-ejaan membuat pelafalan menyimpang sebelum sempat diperbaiki. Kedua, panjang vokal dan getaran konsonan tidak mengubah makna dalam bahasa Indonesia. sheep dan ship terdengar sama bagi telinga Indonesia, sehingga perbedaan itu tidak terdengar penting — padahal bagi pendengar Inggris keduanya kata berbeda.

Ketiga, bahasa Indonesia menyisipkan vokal pada gugus konsonan dan melembutkan bunyi akhir, sehingga asked dan text terdengar “a-s-ked” dan “te-kes”. Keempat, latihan pelafalan sering berhenti pada kata tunggal, padahal penyambungan (an apple → a-napple) dan pelemahan vokal hanya muncul dalam kalimat utuh. Latih dalam kalimat pendek sejak awal.

Pilih satu bunyi target per minggu dan pakai dalam percakapan sehari-hari. Perbaikan kecil yang konsisten mengalahkan daftar panjang yang tidak pernah dilatih.

Lanjut berlatih

Pertanyaan Umum

Apakah aksen Indonesia itu masalah?

Aksen bukan masalah selama bunyinya tidak saling tertukar. Penutur Indonesia yang mengucapkan three seperti tree atau ship seperti sheep sering harus mengulang kalimat, bukan karena aksennya, tetapi karena kata yang terdengar berbeda. Prioritaskan bunyi yang mengubah makna (th, v–f, vokal panjang–pendek, tekanan kata) sebelum mengejar bunyi yang hanya terdengar kurang khas.

Apa cara paling cepat memperbaiki bunyi th?

Letakkan ujung lidah di antara gigi — benar-benar terlihat sedikit dari luar — lalu tiupkan udara untuk /θ/ (three, think) atau beri getaran untuk /ð/ (this, they). Latih berpasangan dengan kata yang mirip: three–tree, this–dis (ucapanmu sendiri). Lidah akan terasa aneh pada hari-hari pertama; itu tanda posisinya benar, bukan salah.

Haruskah menghafal IPA untuk bisa melafalkan dengan benar?

Tidak harus menghafal semua simbol, tetapi memahami IPA yang muncul di kamus sangat membantu. Simbol seperti /θ/, /ð/, /ʃ/, /ʒ/, /ə/ menandai bunyi yang tidak ada ejaannya dalam bahasa Indonesia, dan /ˈ/ menandai tekanan kata. Dengan IPA, kamus mana pun menjadi panduan pelafalan yang bisa diandalkan, bukan sekadar kamus arti.

Platform belajar bahasa Inggris

Berlatihlah di seluruh 13 kategori melalui platform belajar PromGee. Soal disesuaikan dengan level Anda, setiap jawaban dijelaskan, dan kemajuan belajar Anda tersimpan di akun Anda.

Periksa bahasa Inggrismu gratis

Sumber dan referensi

Lanjut membaca: panduan tata bahasa lainnya

Cek level bahasa Inggris Anda: Tes Level Bahasa Inggris Gratis (A1–C2)

Sedang memilih aplikasi bahasa Inggris? Perbandingan generator kuis bahasa Inggris AI