Please kindly review. Kindly note. Kindly revert. Tiga-tiganya mungkin masih tersimpan di folder Sent Anda, ditulis dengan niat paling sopan sedunia. Dan tiga-tiganya adalah frasa yang, justru karena usahanya yang berlebihan, membuat pembaca Amerika mengerutkan dahi.
Kenapa Sopan Dua Kali Malah Terdengar Kasar
Ada asimetri mendasar antara sistem kesopanan kita dan sistem mereka. Bahasa Indonesia — lewat warisan tingkat tutur Jawa, unggah-ungguh — mengukur sopan dari jumlah penanda hormat: kata sapaan, partikel, klausa permisi, kalimat penutup yang menunduk. Semakin tinggi derajat lawan bicara, semakin banyak penanda yang dipasang. Email Inggris bekerja dengan metrik yang berbeda: kesopanan diukur dari kesesuaian nada dengan situasi — dan penanda hormat yang melebihi takaran justru mengubah makna.
Please menandai: “saya sadar ini permintaan, bukan perintah”. Itu satu-satunya tugasnya. Menempelkan kindly di sebelahnya seperti memasang dua sabuk pengaman di satu pinggang — secara teori lebih aman, praktisnya menandakan sesuatu yang salah. Pembaca native punya tiga cara menafsirkan penumpukan itu, dan tidak ada yang baik: (1) ironi — kalimat yang terlalu manis untuk perintah yang sejatinya paksaan, nada tetangga yang menegur lewat catatan tempel; (2) jarak birokratis — Anda bukan lagi kolega, Anda kop surat; (3) kepatuhan yang diminta — penanda hormat dobel sering terbaca saat pengirim sedang menindak, bukan merangkul.
Would you mind lowering your voice? adalah permintaan yang dapat terdengar sopan, bergantung pada nada dan situasi. Could you please send the report? adalah pilihan jelas untuk email. Menambahkan kindly tidak otomatis membuat semua permintaan lebih sopan.
Riwayat kindly: Gaya Surat Lama yang Masih Hidup di Sebagian Ragam Asia Selatan
Kindly sebagai pengganti please adalah fosil. Bentuk ini lazim dalam korespondensi resmi Inggris abad ke-19 — surat-surat kantor pos, pengadilan, dan administrasi Hindia Britania menaburkan “kindly oblige”, “kindly take notice” di mana-mana. Ketika abad ke-20 menghapus gaya surat itu dari kantor-kantor London dan New York, sebagian ragam Inggris di bekas jajahan tetap mempertahankannya; dari sana kindly ikut terbawa ke korespondensi bisnis lintas negara.
Di Amerika, kindly sendiri tidak benar-benar punah — ia bermigrasi ke dua rak yang spesifik. Rak pertama: larangan bernada dingin. Kindly refrain from smoking, Kindly keep this aisle clear — kalimat petugas, sopan di permukaan, perintah di tulang punggungnya. Rak kedua: bahasa hati-hati yang sangat formal, hampir keagamaan — kindly remember the departed in your prayers. Karena dua rak inilah yang paling diingat penutur Amerika, setiap kindly di luar rak itu terbaca janggal: terlalu resmi untuk santai, terlalu dingin untuk ramah.
Kenapa karyawan Indonesia jatuh ke lubang yang sama? Karena kindly sering kita temui dalam korespondensi dengan kantor Mumbai dan Singapura, bukan dengan London atau Chicago. Ditambah lagi, “harap dengan hormat” dalam surat Indonesia memang merangkap dua penanda dalam satu napas — sehingga please kindly terasa seperti terjemahan yang setia. Setia terhadap Indonesia, setia terhadap India — tapi asing bagi pembaca di Austin atau Manchester.
Kindly Note, Kindly Check, Kindly Forward: Dibedah Satu-satu
Mari bedah tiga kebiasaan terbesar langsung dari badan suratnya.
Kindly note adalah ungkapan formal untuk meminta pembaca memperhatikan informasi. Please note juga lazim. Tidak ada peringkat frekuensi yang diukur dalam panduan ini.
Please kindly check. Di sinilah calque “mohon dengan hormat untuk diperiksa” mendarat. Dua penanda hormat plus satu kata kerja pemeriksaan = kalimat yang sering dibaca sebagai teguran berbalut basa-basi. Versi satu penanda: Could you check this when you get a chance? — sopan, spesifik soal waktu, tidak menuduh siapa pun lalai. Kalau memang menagih yang pernah dijanjikan, jujur saja nadanya: Following up on the file I sent Monday — did you get a chance to look?
Kindly forward / kindly find attached. Kindly di sini berfungsi sebagai perasa, tapi hasilnya seperti label ekspedisi. Pemakai modern menulis Could you forward this to your team? dan I’ve attached the invoice — let me know if anything’s off. Perhatikan polanya: semua pengganti di atas hanya melakukan satu operasi yang sama — buang penanda kedua, biarkan bentuk pertanyaan atau klausa casual mengerjakan pekerjaan kesopanan. Tabel lengkap perbandingan nadanya ada di bagian berikutnya.
Quiz: bersihkan email dari sopan dobel
Tabel Plain English, dengan Rating Nada
Plain English adalah gerakan penulisan bisnis yang berdiri di pihak pembaca: kalimat harus dipahami sekali baca, tanpa membongkar sandi birokrasi. Banyak panduan penulisan jelas menyarankan kata yang lebih langsung, seperti ask atau tell, daripada kindly. Kolom nada di bawah memakai skala satu sampai lima: satu = papan pengumuman, lima = manusia berbicara dengan manusia.
| Gaya birokrasi | Plain English | Nada (1–5) | Kapan dipakai |
|---|---|---|---|
| Kindly be informed that… | I wanted to let you know that… | 2 → 4,5 | Kabar ke klien atau internal; hindari hanya di surat resmi institusi |
| Kindly note… | Please note… / Just so you know… / One thing to note: | 1,5 → 3 / 4,5 | Please note untuk resmi; dua lainnya untuk cair |
| Please kindly check… | Could you take a look…? | 2 → 4,5 | Permintaan review apa adanya |
| Kindly find attached herewith… | I’ve attached… / Here’s the… | 1,5 → 4 | Hampir semua email lampiran modern |
| Kindly revert… | Please get back to me by… | 2 → 4 | Butuh balasan — sebut batas waktunya |
| Kindly do the needful. | I’d appreciate your help getting this sorted. | 1,5 → 4 | Minta tindakan tanpa merinci — perbaiki dengan merinci |
| Kindly refrain from… | Please don’t… + alasan singkat | 2 → 4 | Larangan internal yang tidak ingin terasa seperti surat peringatan |
Perhatikan bahwa kolom tengah mengurangi jumlah penanda hormat, meski kadang menambah beberapa kata. Hasilnya pun bukan email yang jadi dingin: di bahasa Inggris, kehangatan justru lahir dari kalimat yang memperlakukan pembaca seperti orang dewasa yang setara, bukan seperti pejabat yang perlu disogok penanda hormat.
Jebakan “Kindly Revert”: Revert Bukan Membalas
Kalau kindly adalah kesalahan abad ke-19, revert sebagai “membalas email” adalah kesalahan yang lebih muda — dan lebih licin. Di kantor-kantor Indonesia, “tolong di-revert” dan kindly revert terasa profesional. Masalahnya, dalam bahasa Inggris revert berarti kembali ke kondisi sebelumnya: The land reverted to the crown, Let’s revert to the original design. Di ruang rapat Amerika, Please revert bisa berarti “batalkan perubahan itu” — bukan “balas email saya”.
Dua kerugian sekaligus muncul dari kindly revert. Pertama, kebingungan kecil yang memakan waktu pembaca: penerima New York membaca “revert” dan mencari tahu perubahan mana yang harus dikembalikan, baru sadar setelah dua baris bahwa yang diminta cuma balasan. Kedua, redundansi: varian “kindly revert back” menumpuk dua penanda arah — revert sudah mengandung “back”. Kalau memang balasan yang Anda butuhkan, bilang saja: Please get back to me, Please reply by Friday, Let me know your thoughts.
Cara memilih di antara ketiganya mengikuti jarak dan desakan: Let me know your thoughts ringan, cocok untuk pendapat; Please get back to me by Thursday netral dengan tenggat; Could you confirm whether this works for you? kalau Anda butuh keputusan, bukan sekadar balasan. Dan ingat aturan lama email Inggris: permintaan tanpa batas waktu adalah permintaan setengah hati — sisipkan tanggal, itu juga bentuk menghormati jadwal orang.
Catatan kecil untuk turunan lokalnya: “tolong direvert”, revert-nya ya, dan revert email saya di kantor Indonesia adalah kata serapan yang sudah bernegosiasi internal — sah sebagai jargon tim, tapi jangan diekspor. Begitu kalimat itu menyeberangi perbatasan, revert kembali ke makna aslinya, dan yang Anda dapat bukan balasan cepat melainkan satu pertanyaan: “revert which change?”
Kapan Kindly Masih Boleh — dan Latihan Harian
Setelah semua ini, jangan sampai Anda berkesimpulan kindly kata terlarang. Ia punya tiga wilayah yang sah, dan mengenalinya membuat Anda pembaca yang lebih baik sekaligus penulis yang lebih percaya diri.
Untuk latihan, pakai aturan satu minggu satu penanda: setiap kali menulis kindly atau please kindly, ganti dengan satu dari tiga alat — pertanyaan sopan (Could you…?), please sekali (Please send…), atau pernyataan langsung (I’ve attached…). Setelah itu, bacakan kalimat terakhir email Anda dalam hati dengan nada rekan kerja, bukan nada pengumuman di pengeras suara; jika terasa seperti humas yang membacakan edaran, potong. Alat cek otomatis juga membantu: tempelkan email Anda ke pemeriksa grammar PromGee gratis — frasa kindly yang menumpuk ditandai, lengkap dengan saran versi plain English-nya.
Latihan: audit folder Sent Anda sendiri
Cari tiga kata di folder Sent: kindly, revert, attention. Hitung frekuensinya sebulan ke belakang — itu peta sopan-dobel Anda dalam angka. Ambil lima email teratas dan tulis ulang bagian permintaannya dengan aturan satu penanda, lalu bandingkan nadanya.
Rumus pengerasannya untuk relasi baru: satu kalimat konteks, satu kalimat permintaan, satu tenggat, satu apresiasi waktu — dan stop. Tidak perlu kindly, tidak perlu penutup dua baris; penutup Anda yang paling sopan adalah email yang membuat orang tahu persis apa yang harus dilakukan dan kapan.
Catatan jujur sebagai penutup: di sebagian kantor Asia, kindly sudah netral — tidak ada yang salah dengan pengirimnya. Artikel ini bukan vonis moral, melainkan alat navigasi: Anda tidak berubah jadi kurang sopan dengan memakai plain English; Anda hanya berbicara dalam dialek yang sama dengan pembaca Anda.
Kesopanan email Inggris diukur dari kesesuaian takaran, bukan jumlah penanda: please kindly menumpuk dua penanda dan dibaca sebagai ironi, jarak birokratis, atau nada menahan marah. Kindly = fosil: sinonim please adalah warisan korespondensi kolonial yang bertahan di Indian English; di Amerika ia tinggal di rak larangan (kindly refrain = teguran) dan bahasa protokoler. Pengganti plain English: kindly note → please note → just so you know; please kindly check → could you take a look; kindly be informed → I wanted to let you know; kindly revert → please get back to me by… — dan revert asli berarti kembali ke kondisi semula, bukan membalas. Kindly tetap sah di undangan resmi (“You are kindly invited”), makna harfiah (spoke kindly), dan audiens regional yang memang memakainya.
Pertanyaan Umum
Kalau “kindly note” salah, apakah “please note” juga kena?
Tidak — “please note” sah dan umum dipakai, posisinya di tengah-tengah: sopan tapi resmi, cocok untuk pengumuman dan korespondensi dengan institusi. Yang membuatnya tetap terasa dingin adalah kata note itu sendiri; untuk relasi yang sudah cair, versi hangatnya “just so you know” atau “one thing to note”. Jadi urutannya: kindly note (dingin, birokratis) → please note (netral, resmi) → just so you know (hangat, manusia). Ketiganya gramatikal; yang berbeda hanyalah suhunya.
Kenapa “kindly” bisa terdengar pasif-agresif bagi pembaca Amerika?
Karena di Amerika kindly jarang benar-benar jadi alat kesopanan sehari-hari — ia tinggal di dua habitat: bahasa surat resmi lama dan kalimat larangan yang tegas. Ketika seorang Amerika menerima “Kindly refrain from reheating fish in the office kitchen”, yang terbaca bukan keramahan tapi teguran sebelum sanksi. Karena itu, ketika kindly dipakai untuk hal-hal kecil yang netral, nadanya melenceng ke atas: terasa seperti orang yang menahan kesal. Sopan-santun Amerika diukur dari seberapa natural kalimatnya, bukan seberapa banyak penanda hormatnya.
Email saya ke kantor cabang Mumbai dan Singapura — kindly aman?
Ya, dan justru di sana Anda terlihat aneh kalau menghapusnya sepenuhnya: kindly, revert, dan do the needful adalah ungkapan yang lazim dalam korespondensi bisnis di sebagian India dan Asia Tenggara. Yang penting sadar perjalanannya: bagi rekan di Mumbai, “kindly review” adalah rutinitas sopan; bagi rekan di Chicago, kalimat yang sama berbau surat edaran. Peta lengkap varian regional ini berbatasan dengan soal sapaan yang kami bahas di panduan “Dengan Hormat dalam Bahasa Inggris”.
Ganti “kindly revert” dengan apa yang paling natural?
Untuk permintaan balasan biasa: “Please get back to me by Thursday” atau “Let me know your thoughts”. Kalau Anda butuh keputusan: “Could you confirm whether this works for you?” Hindari juga “kindly revert back” — revert sudah mengandung arti kembali, jadi ditambah back seperti “kembali kembali”. Dan kalau yang Anda maksud benar-benar membatalkan perubahan, gunakan revert makna aslinya: “Let’s revert to the previous version.”
Sering lihat “kindly reminder” — itu benar juga?
Hampir tidak pernah dipakai penutur asli; yang ada adalah gentle reminder dan friendly reminder. “Kindly reminder” adalah perpaduan yang lahir dari kebiasaan menempel kindly di mana saja. Bentuknya tidak menabrak tata bahasa, tapi penanda kata sifat + kata benda itu tidak punya alamat di kolokasi Inggris. Jadi: “Just a friendly reminder that the survey closes tomorrow” — natural, hangat, dan tidak berbirokrasi.
Terus kapan saya masih boleh memakai kindly?
Tiga situasi. Satu: undangan dan surat resmi seremonial — “You are kindly invited to…” dan “You are kindly requested to observe a minute of silence” masih format standar. Dua: sebagai kata keterangan bermakna harfiah dengan suasana hati — “She kindly offered to drive me home” tetap benar; yang bermasalah hanya kindly sebagai sinonim please. Tiga: ketika audiens Anda memang komunitas yang memakainya (perusahaan India, birokrasi Singapura). Di luar itu, satu please atau pertanyaan langsung sudah lebih dari cukup.
Berapa kindly yang masih bersarang di folder Sent Anda?
Jalankan draf email Anda lewat pemeriksa gratis PromGee: sopan dobel, sisa birokrasi, dan frasa yang terbaca pasif-agresif ditandai sekaligus, dengan saran plain English yang bisa langsung ditempel.
Bersihkan email saya sekarang