Simple present tense dipakai untuk hal yang terjadi rutin, fakta umum, dan keadaan yang berlaku sekarang: 'I drink coffee every morning', 'Water boils at 100 degrees Celsius', 'My cousin lives in Medan'. Rumusnya ada dua. Kalau kalimatnya punya kata kerja (kalimat verbal), pakai S + V1, dan tambahkan -s atau -es kalau subjeknya he, she, it, atau satu orang/benda: 'She works in Jakarta.' Kalau kalimatnya tidak punya kata kerja (kalimat nominal), pakai S + am/is/are + kata benda, kata sifat, atau keterangan tempat: 'She is a teacher.' Negatif dan pertanyaan kalimat verbal butuh do/does; kalimat nominal cukup memindah atau menambah not pada am/is/are.
Kenapa tense yang katanya paling dasar ini tetap sering salah? Karena kata kerja bahasa Indonesia tidak pernah berubah. 'Aku makan', 'dia makan', 'mereka makan', semuanya sama. Dan 'Dia guru' sudah kalimat lengkap tanpa kata kerja apa pun. Bahasa Inggris menuntut dua hal yang tidak punya padanan di bahasa kita: akhiran -s untuk subjek orang ketiga tunggal, dan to be (am/is/are) di kalimat tanpa kata kerja. Dua hal kecil ini yang paling sering memotong nilai, dari ulangan SMP sampai tes TOEFL. Penjelasan lengkapnya ada di bawah kuis, dan 30 soal ini melatih keduanya sampai jadi refleks.
Kuis Simple Present Tense: 30 Soal
Pemanasan · level SMP
Inti · level SMA
Tantangan · tes universitas
Kunci jawaban dan penjelasanBuka setelah menyelesaikan latihan.
- 1. isKalimat ini tidak punya kata kerja lain, jadi butuh to be. Subjeknya 'my mother' (satu orang) → is. Dalam bahasa Indonesia cukup 'Ibuku perawat', tapi bahasa Inggris tidak boleh langsung 'My mother a nurse'.
- 2. goesEvery morning menandai kebiasaan → simple present. Rina = she, jadi kata kerjanya dapat akhiran: go → goes (kata yang berakhiran -o ditambah -es). 'Is go' salah karena is dan kata kerja V1 tidak bisa digabung.
- 3. live'My grandparents' jamak (kakek dan nenek) = they, jadi kata kerjanya tetap bentuk dasar: live. Akhiran -s hanya untuk subjek tunggal orang ketiga. 'Is live' adalah terjemahan kata per kata yang salah.
- 4. watchesSubjek 'my little brother' = he, jadi butuh akhiran. Kata kerja yang berakhiran -ch mendapat -es, bukan -s: watch → watches. Alasannya bunyi: 'watchs' tidak bisa diucapkan dengan jelas, maka disisipkan bunyi /ɪz/.
- 5. don'tLike adalah kata kerja, jadi negatifnya memakai do not (don't), bukan am not. Subjek I selalu berpasangan dengan don't. 'I am not like durian' adalah kesalahan khas karena 'tidak suka' diterjemahkan langsung jadi 'am not like'.
- 6. DoesAda kata kerja work, jadi pertanyaannya memakai do/does. 'Your father' = he → Does. Perhatikan: setelah does, kata kerjanya kembali ke bentuk dasar (work, bukan works), karena -s sudah 'pindah' ke does.
- 7. areKalimat nominal (tanpa kata kerja), subjek we → are. Pasangan yang perlu dihafal: I am, you/we/they are, he/she/it is. 'Kami siswa SMPN 5' tidak butuh kata 'adalah', tapi bahasa Inggris wajib memakai are.
- 8. boilsFakta ilmiah yang selalu benar memakai simple present. Water adalah kata benda tak terhitung yang dianggap tunggal (it) → boils. Jebakannya: banyak pelajar mengira 'water' itu jamak karena 'air' terasa banyak.
- 9. isn'tHungry adalah kata sifat, bukan kata kerja, jadi negatifnya memakai to be: is not (isn't). 'Dimas doesn't hungry' salah karena does hanya dipakai kalau ada kata kerja. Bahasa Indonesia 'Dimas tidak lapar' memakai 'tidak' untuk semuanya, bahasa Inggris tidak.
- 10. studiesKata kerja berakhiran konsonan + y mengganti y dengan -ies: study → studies. Bandingkan dengan play → plays, yang tetap -s karena sebelum y ada huruf vokal (a).
- 11. is neverAdverb of frequency (never, always, usually) diletakkan SETELAH to be, tapi SEBELUM kata kerja biasa. Jadi: 'She is never late', tapi 'She never comes late'. Urutan Indonesia 'tidak pernah terlambat' sering membuat orang menulis 'never is'.
- 12. AreTired adalah kata sifat, jadi ini kalimat nominal → pertanyaannya memakai to be: Are you tired? Kata 'usually' membuat banyak pelajar refleks memilih Do, padahal yang menentukan adalah ada atau tidaknya kata kerja.
- 13. eatSetelah doesn't, kata kerja selalu kembali ke bentuk dasar: doesn't eat. Akhiran -s cukup muncul sekali, dan di sini sudah dipakai oleh does. 'Doesn't eats' adalah salah satu kesalahan paling umum di ujian.
- 14. doesPola pertanyaan dengan kata tanya: Wh- + do/does + S + V1. 'Your sister' = she → does. 'Where is your sister work?' salah karena mencampur to be dengan kata kerja.
- 15. leavesJadwal resmi (kereta, pesawat, jam pelajaran) memakai simple present walaupun maknanya masa depan: The train leaves at 7.15. Subjek 'the train' tunggal → leaves.
- 16. understandUnderstand adalah stative verb (kata kerja keadaan pikiran), jadi memakai simple present walaupun terjadi sekarang: I understand. Kata kerja seperti know, like, want, need, believe juga begitu. 'Am understanding' muncul karena pelajar menerjemahkan 'sedang paham'.
- 17. belongsBelong adalah kata kerja, jadi tidak perlu is. Subjeknya 'this bag' (it) → belongs. 'Is belong' lahir dari terjemahan 'tas ini adalah milikku', dan 'is belonging' salah karena belong termasuk stative verb.
- 18. playsUsually + on Saturdays = kebiasaan → simple present: plays. Bagian kedua kalimat (today he is playing) adalah kejadian sementara hari ini, jadi memakai present continuous. Kalimat ini memperlihatkan perbedaan dua tense itu dalam satu napas.
- 19. don't drink'My parents' jamak = they → don't drink. Doesn't hanya untuk he/she/it. 'Aren't drink' salah karena to be tidak dipakai untuk menegasikan kata kerja biasa.
- 20. are playingLook! menandakan sesuatu sedang terjadi di depan mata → present continuous, bukan simple present: are playing (the kids = they). Soal ini sengaja dimasukkan karena simple present dan present continuous paling sering tertukar.
- 21. hasEveryone, everybody, someone, nobody secara grammar dianggap tunggal, walaupun maknanya banyak orang. Jadi: everyone has. Bentuk orang ketiga dari have memang tidak beraturan: has, bukan 'haves'.
- 22. rainsDalam klausa if (dan when, before, after, as soon as) yang membicarakan masa depan, bahasa Inggris memakai simple present, bukan will: If it rains tomorrow. Bahasa Indonesia 'kalau besok hujan' juga tidak memakai 'akan', jadi ikuti saja rasa bahasamu di sini.
- 23. isMathematics, physics, economics, dan news berakhiran -s tetapi tunggal, karena merujuk pada satu bidang atau satu hal. Jadi: Mathematics is. Jebakan ini sering keluar di soal TOEFL Structure.
- 24. canModal (can, must, should, will) tidak pernah mendapat -s dan tidak digabung dengan do/does atau to be: She can swim. Pertanyaannya pun cukup 'Can she swim?', bukan 'Does she can swim?'.
- 25. hasHave yang berarti 'memiliki' adalah stative verb, jadi tidak memakai -ing: she has. Bentuk 'is having' hanya benar untuk makna aktivitas seperti 'She is having lunch' (sedang makan siang).
- 26. sitsKalau 'who' menanyakan subjek, tidak perlu do/does dan kata kerjanya diperlakukan seperti subjek tunggal: Who sits next to you? Bandingkan dengan 'Who do you sit next to?', yang menanyakan objek.
- 27. speaksAnyone dianggap tunggal, jadi kata kerjanya mendapat -s: speaks. 'Hardly anyone' (hampir tidak ada orang) tidak mengubah aturan itu. Kalimat ini juga menyatakan keadaan umum, bukan kejadian sesaat, jadi bukan continuous.
- 28. doesBentuk panjang dari doesn't adalah does not. Subjek Fitri = she → does not like. 'Fitri is not like horror films' secara grammar justru berarti 'Fitri tidak mirip film horor', makna yang sama sekali berbeda.
- 29. thinkThink yang berarti 'berpendapat' adalah stative verb → I think. 'I am thinking' hanya dipakai untuk proses berpikir yang sedang berjalan, misalnya 'I'm thinking about my UTBK plan'.
- 30. She doesn't have a car.Dua aturan sekaligus: she memakai doesn't (bukan don't), dan setelah doesn't kata kerja kembali ke bentuk dasar have (bukan has). Pilihan B adalah jebakan paling populer karena 'has' terasa cocok dengan 'she'.
Rumus Simple Present Tense: Kalimat Verbal dan Nominal
Langkah pertama selalu sama: cek dulu apakah kalimatmu punya kata kerja. Kalau ada kata kerja (eat, go, work, like), itu kalimat verbal. Kalau isinya hanya subjek + kata benda, kata sifat, atau tempat ('Dia guru', 'Aku capek', 'Mereka di kantin'), itu kalimat nominal dan wajib memakai am/is/are.
Kalimat verbal:
- (+) S + V1/V1+s/es: I work at a bank. / She works at a bank.
- (−) S + do/does + not + V1: I don't work on Sundays. / She doesn't work on Sundays.
- (?) Do/Does + S + V1?: Do you work here? / Does she work here? Jawaban singkat: Yes, she does. / No, she doesn't.
- Kalimat nominal (+): S + am/is/are + pelengkap: I am a student. / He is tired. / They are at the canteen.
- Kalimat nominal (−): S + am/is/are + not: I'm not a student. / He isn't tired. / They aren't at the canteen.
- Kalimat nominal (?): Am/Is/Are + S + pelengkap?: Is he tired? / Are they at the canteen? Jawaban singkat: Yes, he is. / No, they aren't.
Satu kalimat hanya butuh satu 'penanda': do/does ATAU am/is/are, tidak keduanya. 'Does she is happy?' dan 'She is works' selalu salah.
Kapan Simple Present Tense Dipakai (dengan Contoh Kalimat)
Simple present bukan sekadar 'tense untuk sekarang'. Justru banyak hal yang sedang terjadi saat ini memakai present continuous. Simple present dipakai untuk hal yang berlaku secara umum atau berulang:
- Kebiasaan dan rutinitas: I take the KRL to Sudirman every weekday. / My dad reads the newspaper after Subuh.
- Fakta umum dan ilmiah: The sun rises in the east. / Indonesia has more than 17,000 islands.
- Keadaan yang cukup permanen: My uncle lives in Makassar. / She works as a programmer.
- Stative verb (perasaan, pikiran, kepemilikan): I know the answer. / He needs a new laptop. / This bag belongs to Rani.
- Jadwal resmi yang sudah tetap: The plane to Bali departs at 9.40. / The semester starts in August.
- Klausa waktu dan if untuk masa depan: When you arrive at Gambir, call me. / If it rains, we stay home.
Keterangan Waktu dan Posisi Adverb of Frequency
Kata-kata berikut hampir selalu menandakan simple present karena membicarakan seberapa sering sesuatu terjadi:
- Adverb of frequency: always, usually, often, sometimes, rarely, seldom, never.
- Frasa waktu: every day, every week, every morning, once a week, twice a month, on Mondays, at weekends (UK) / on weekends (US).
- Posisi sebelum kata kerja biasa: She often skips breakfast. / We never eat pork.
- Posisi setelah to be: She is often late. / We are never at home on Sundays.
- Posisi di kalimat negatif dan tanya: I don't usually drink coffee. / Do you always walk to school?
Aturan Akhiran -s dan -es untuk He, She, It
Akhiran hanya ditambahkan pada kalimat positif dengan subjek orang ketiga tunggal: he, she, it, satu nama (Rina, Pak Budi), satu benda (the train), kata benda tak terhitung (water, money), dan kata seperti everyone atau nobody. Cara menambahkannya tergantung huruf terakhir kata kerja:
- Umumnya + s: work → works, eat → eats, read → reads, play → plays.
- Berakhiran s, ss, sh, ch, x, z, o → + es: miss → misses, wash → washes, watch → watches, fix → fixes, buzz → buzzes, go → goes, do → does.
- Konsonan + y → ganti y jadi -ies: study → studies, cry → cries, fly → flies, carry → carries.
- Vokal + y → cukup + s: play → plays, buy → buys, enjoy → enjoys, pay → pays.
- Tidak beraturan: have → has. Modal (can, must, will) tidak pernah mendapat -s.
Akhiran -s hanya muncul sekali per kalimat. Begitu ada does atau doesn't, kata kerja utama kembali polos: She works → Does she work? → She doesn't work.
Beda Simple Present dan Present Continuous
Simple present = umum, rutin, permanen. Present continuous (am/is/are + V-ing) = sedang berlangsung sekarang atau sementara. Bandingkan pasangan berikut:
- I work in Jakarta. (pekerjaan tetap) / I'm working from home this week. (sementara)
- She speaks Korean. (kemampuan umum) / She's speaking Korean on the phone right now. (sedang terjadi)
- The bus usually comes at 6. (rutin) / Look, the bus is coming! (saat ini)
- Stative verb tetap simple present walaupun terjadi sekarang: I want some water now, bukan I'm wanting some water.
Kenapa Simple Present Sulit untuk Orang Indonesia
Bahasa Indonesia tidak mengenal konjugasi. Kata kerja 'makan' tidak berubah entah subjeknya aku, dia, atau mereka, dan tidak berubah entah kejadiannya kemarin, sekarang, atau besok. Waktu ditunjukkan oleh kata keterangan seperti sudah, sedang, akan, tadi, atau kemarin, dan sering cukup lewat konteks. Akibatnya, otak kita tidak terbiasa 'mengecek subjek' sebelum menulis kata kerja, sehingga 'She work' terasa wajar.
Masalah kedua adalah kalimat nominal. 'Dia guru', 'Aku lapar', 'Kantornya di Kuningan' adalah kalimat lengkap tanpa kata kerja. Kata 'adalah' memang ada, tapi opsional dan jarang dipakai dalam percakapan. Bahasa Inggris tidak memberi pilihan: tanpa am/is/are, kalimat 'She a teacher' atau 'I hungry' tidak gramatikal. Sebaliknya, karena 'adalah' diasosiasikan dengan is, sebagian pelajar memasukkan is ke kalimat verbal: 'She is work at a bank', 'I am agree'.
Masalah ketiga adalah do/does. Bahasa Indonesia membuat kalimat negatif cukup dengan 'tidak' dan pertanyaan cukup dengan intonasi atau 'apakah'. Konsep kata bantu yang 'membawa' tense dan akhiran -s tidak ada, jadi 'He don't like' atau 'Does she likes?' muncul terus walaupun rumusnya sudah dihafal.
Kesalahan Umum (Salah → Benar)
- She work at a hospital. → She works at a hospital.
- My brother a doctor. → My brother is a doctor.
- I am agree with you. → I agree with you.
- He don't like spicy food. → He doesn't like spicy food.
- Does she likes K-pop? → Does she like K-pop?
- Do you hungry? → Are you hungry?
- She doesn't has a car. → She doesn't have a car.
- Everyone have a phone. → Everyone has a phone.
- I am understanding the lesson. → I understand the lesson.
Cara Latihan Simple Present yang Efektif
Kerjakan 30 soal di atas sekali jalan, lalu tandai nomor yang salah. Biasanya kesalahan mengumpul di satu jenis: lupa -s, salah memilih do vs to be, atau stative verb. Ulangi hanya kelompok itu dua hari kemudian.
Setelah itu, tulis lima kalimat tentang rutinitas satu anggota keluargamu (My dad wakes up at 4.30. He prays Subuh, then he...). Menulis tentang 'he' atau 'she' memaksamu memakai -s di setiap kalimat. Terakhir, tempel paragrafmu ke pemeriksa tata bahasa PromGee untuk melihat kata kerja mana yang masih lolos tanpa -s.
Lanjut berlatih
Pertanyaan Umum
Apa bedanya simple present dan present continuous?
Simple present untuk kebiasaan, fakta, dan keadaan yang cukup tetap (I work in Jakarta). Present continuous untuk kejadian yang sedang berlangsung atau sifatnya sementara (I'm working from home this week). Stative verb seperti know, like, want, dan need biasanya tetap memakai simple present walaupun terjadi sekarang.
Kapan pakai do dan kapan pakai does?
Does untuk he, she, it, dan satu nama atau benda (Does Rina live here?). Do untuk I, you, we, they, dan subjek jamak (Do your parents live here?). Keduanya hanya dipakai di kalimat verbal. Untuk kalimat dengan kata sifat atau kata benda, pakai am/is/are: Is she tired?, bukan Does she tired?
Kenapa 'She is work' salah, padahal artinya 'dia bekerja'?
Karena is hanya dipakai di kalimat tanpa kata kerja (She is a teacher, She is busy). Work sudah kata kerja, jadi cukup tambahkan -s: She works. Kebiasaan ini muncul karena is sering disamakan dengan 'adalah', lalu diselipkan ke semua kalimat.
Masih Lupa -s atau To Be di Tulisanmu?
Tempel caption, chat, atau esai bahasa Inggrismu ke pemeriksa tata bahasa gratis PromGee. Kata kerja yang kehilangan -s, do/does yang salah, dan to be yang hilang ditandai langsung beserta penjelasannya.
Cek Tulisanku Gratis